Thursday, 23 July 2009

Bila Penyesalan Bergelodak...


Salam kepada semua..

Cuma ingin bercerita tentang diri..menitip kembali makna hidup ini..
Bila menoleh ke belakang..memang kuakui, banyak sekali peristiwa di dalam hidup ini yang ingin di'reset' kalau Allah izinkan untukku kembali..
Bila menatap kalamullah..surah anNaba: 40

إِنَّآ أَنذَرۡنَـٰكُمۡ عَذَابً۬ا قَرِيبً۬ا يَوۡمَ يَنظُرُ ٱلۡمَرۡءُ مَا قَدَّمَتۡ يَدَاهُ وَيَقُولُ ٱلۡكَافِرُ يَـٰلَيۡتَنِى كُنتُ تُرَٲبَۢا (٤٠)

Sesungguhnya Kami telah memperingatkan kepadamu orang kafir azab yang dekat, pada hari manusia melihat apa yang telah diperbuat oleh kedua tangannya dan orang kafir berkata' Alangkah baiknya jika dahulu aku menjadi tanah.

Namun penyesalan di saat itu tentunya tidak membuahkan apa-apa erti buat mereka. Aku juga pernah alami perkara sebegini. Di mana penyesalan memenuhi isi hati. Kalaulah Allah kembalikan aku kepada peristiwa itu, tentu aku lakukan begini...begini..

Hidup dengan hanya menyesali bukanlah satu kaedah dalam penyelesaian masalah. Menyesal dan hanya menyesali tanda lemahnya diri. BANGKIT harus ada dalam kamus hati. Aku bersyukur kerana Allah masih memberi peluang untuk aku rasai penyesalan itu dalam dunia ini, bukan di akhirat sana yang penyesalan itu semestinya tidak berguna lagi.

Bila menyesali sesuatu tindakan itu, kembali pada Allah dengan taubat yang nasuha, minta Allah pimpin tangan kita menuju jalanNya yang pasti. Minta Allah pandu diri ini yang selalu lari dari fitrah yang suci. Usaha untuk berubah itulah yang sangat perlu di saat ini.

Biarlah perkara yang berlalu pergi bersama angin. Semoga langkah kaki ini tidak terseliuh lagi selepas ini. Kukuhkan ikatan hati dengan pencipta, mengadulah padaNya..di sana penawar buat hati dan diri.

Hargai apa yang kita genggam sekarang, supaya tidak timbul lagi penyesalan di hari kemudian.

No comments:

Post a Comment